Kenali Azoospermia dan Penyebabnya

Kenali Azoospermia dan PenyebabnyaSel sperma adalah salahsatu faktor penentu apakah seorang wanita bisa hamil atau tidak. Oleh karena itu, para pria hendaknya lebih berhati-hati, karena bisa jadi anda memiliki sperma namun tidak terkandung sel spermatozoa di dalamnya. Atau kelainan ini sering di istilahkan dengan Azoospermia.

Azoospermia secara kasat mata tidak menujukkan gejala apapun. Tidak ada yang dapat mengetahui apakah di dalam spermanya ada sel sperma ataupun tidak.

Menurut pakar seksolog, Prof. Dr. Randanan Bandasi, Msc,DFFM. SpPA (K) SpF, SpAnd: “Azoospermia adalah tidak adanya sel spermatozoa / benih di dalam sperma, Sperma ada, akan tetapi sel-sel spermatozoanya yang tidak ada. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan pria yang menderita penyakit ini tentu saja akan sulit memiliki keturunan”.

Penyebab Azoospermia

Ia juga menambahkan,  bahwa Azoospermia ini umumnya terjadi oleh dua penyebab. Dapat dikarenakan oleh kerusakan pada pabrik sperma / kantung testis, atau juga akibat adanya penyumbatan di dalam saluran tempat keluarnya sperma. Misalnya, gangguan pada testis yang bersifat primer (primary tersticular failure). ” Sperma itukan ada di dalam biji pelir, di biji pelir itu ada saluran naik ke atas, itulah yang keluar lewat alat kelamin. Bisa juga karena saluran tersebut tersumbat. Misalnya, terjadi infeksi atau akibat adanya kelainan bawaan,” Sambungnya.

Azoospermia jenis obstruktif artinya, produksi sel spermatozoa ada di dalam testis hanya saja saluran keluarnya (vasa deferens) buntu. Jika ini adalah penyebabnya, maka bisa dilakukan upaya memperoleh spermatozoa. Setelah spermatozoa diperoleh, selanjutnya dilakukan pembuahan buatan (bayi tabung).

Jika azoospermia disebabkan karena testis tidak dapat meproduksi sel spermatozoa. Kondisi ini termasuk masalah yang bersifat terminal secara reproduksi. Teknik pembuahan bantuan tidak banyak membantu karena memang tidak ada instrumen pembuatan sperma di dalam testis

Sebagai organ penghasil spermatozoa. Testis, berdasarkan pemeriksaan fisik, sangat kecil dan juga keras sering menunjukkan adanya gangguan pada testis (kegagalan testis primer). Sebaliknya, jika setelah pemeriksaan fisik, ukuran testis masih dalam batas normal dan kekenyalannya baik setelah perabaan, umumnya penyebab azoospermia yang terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran sperma.

Prof. Randanan juga menambahkan, tidak ada tanda-tanda secara fisik yang dapat dilihat bagi mereka yang menderita penyakit Azoospermia.

Azoospermia dapat menyerang siapa saja. apakah pria tersebut terlihat maco apalagi jika ia agak “banci”.

Bisa juga karena bawaan, misalnya tipe sindrom pada pria adalah XX, sementara perempuan adalah XY. Namun biasanya ada juga laki-laki yang memiliki tipe sindrom XXY. Nah, pria yang demikian ini biasanya cenderung lebih mudah terserang penyakit Azoospermia”. Untuk pengobatannya, tergantung apa penyebabnya. Kata dia.

Jika pabriknya yang rusak, maka akan lebih sulit untuk diperbaiki, jika hanya karena sumbatan bisa dengan operasi. Namun kemungkinan berhasilnya sangat kecil setelah operasi dan disambung kembali. Pemikiran sebagian orang awam, bahwa penyebab utama Azoospermia karena kebiasaan melakukan onani adalah tidak benar. Tidak ada hubungan antara kebiasaan masturbasi pria (onani) dengan Azoospermia. Yang paling berhubungan justru adalah ketika pria berhubungan seks dengan perempuan sembarangan. Sehingga alat kelamin terkena infeksi.

Ia pun berpesan, jika pasangan suami istri mengalami masalah dalam rumah tangga seperti belum memiliki keturunan, maka yang lebih berpotensi diperiksa adalah pihak suami.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *